Generasi Milenial

Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini.  Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena adanya ‘booming’ (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an. Untungnya di abad ke 20 tren menuju keluarga yang lebih kecil di negara-negara maju terus berkembang, sehingga dampak relatif dari “baby boom echo” umumnya tidak sebesar dari  masa  ledakan populasi pasca Perang Dunia II.

Karakteristik

Karakteristik Milenial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi. Namun, generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Di sebagian besar belahan dunia, pengaruh mereka ditandai dengan peningkatan liberalisasi politik dan ekonomi; meskipun pengaruhnya masih diperdebatkan. Masa Resesi Besar (The Great Recession) memiliki dampak yang besar pada generasi ini yang mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda, dan menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan krisis sosial-ekonomi jangka panjang yang merusak generasi ini.

Pewresearch

Tentang karakteristik generasi milenial ini, pada tahun 2015, Pewresearch (pewresearch.org) pernah melansir sebuah laporan tentang generasi milenial atau gen Y ini.

1. Biro sensus di Amerika Serikat menyebutkan populasi generasi millenial pada tahun 2014 sudah mencapai 74,8 juta jiwa. Diperkirakan pada 2015 ini jumlah populasinya akan meningkat sampai 75,3 juta jiwa dan menjadi kelompok generasi terbesar.

2. Tingkat imigrasi generasi millenial lebih tinggi dibandingkan generasi yang lain. Diperkirakan tinggi tingkat transmigrasi akan mencapai puncaknya pada tahun 2036, yaitu sebesar 81,1 juta jiwa.

Livescience

Karakteristik generasi millenial Ada beberapa hal yang dapat mengarakteristikkan generasi millenial, dari livescience.com.

Pada tahun 2012, seperti dikutip livescience.com dari USA Today, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa generasi millenial lebih terkesan individual, cukup mengabaikan masalah politik, fokus pada nilai-nilai materialistis, dan kurang peduli untuk membantu sesama jika dibandingkan dengan generasi X dan generasi baby boom pada saat usia yang sama. Studi ini sendiri berdasarkan analisa terhadap dua database dari 9 juta orang yang duduk di bangku SMA atau yang baru masuk kuliah.

Generasi ini bila dilihat dari sisi negatifnya, merupakan pribadi yang pemalas, narsis, dan suka sekali melompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.

Akan tetapi, di sisi lain mereka memiliki sisi positif. Antara lain adalah generasi millenial merupakan pribadi yang pikirannya terbuka, pendukung kesetaraan hak (misalnya tentang LGBT atau kaum minoritas). Mereka juga memiliki rasa percaya diri yang bagus, mampu mengekspresikan perasaannya, pribadi liberal, optimis, dan menerima ide-ide dan cara-cara hidup. [1]

Majalah Time sempat mengadakan polling yang hasilnya menunjukkan bahwa generasi ini menginginkan jadwal kerja yang fleksibel, lebih banyak memiliki ‘me time’ dalam pekerjaan, dan terbuka pada saran dan kritik, termasuk nasihat karier dari pimpinannya.

Komentar dari berbagai tokoh

Penulis William Strauss dan Neil Howe secara luas dianggap  sebagai pencetus penamaan Milenial.[1] Mereka menciptakan istilah ini pada tahun 1987, di saat anak-anak yang lahir di tahun 1982 masuk pra-sekolah, dan saat itu media mulai menyebut  sebagai kelompok yang terhubung ke milenium baru di saat lulus SMA di tahun tahun 2000. Mereka menulis tentang kelompok ini dalam buku-buku mereka Generations: The History of America’s Future Generations, 1584 to 2069 (1991)[2] dan Millennials Rising: The Next Great Generation (2000).[3]

Pada bulan Agustus 1993, artikel utama majalah Advertising Age mencetuskan istilah Generasi Y untuk menggambarkan anak anak yang masih berusia 11 tahun atau lebih muda serta remaja yang akan datang sepuluh tahun kemudian yang didefinisikan sebagai kelompok yang berbeda dari Generasi X.[4][5] Menurut Horovitz, pada tahun 2012, Ad Age mengakui bahwa Milenial adalah sebuah nama yang lebih baik dari Gen Y . Pada tahun 2014, Direktur Data Strategi di Ad Age mengatakan kepada NPR sebagai berikut “LabelGenerasi Y adalah pengganti sampai kita tahu lebih banyak tentang mereka”.[6] Milenial kadang-kadang disebut Echo Boomers,[7] karena mereka adalah keturunan dari generasi Baby Boomer dan karena kenaikan yang signifikan dalam tingkat kelahiran dari awal tahun 1980-an sampai pertengahan 1990-an, mirip dengan yang dialami oleh orang tua mereka. Di Amerika Serikat, tingkat kelahiran mencapai puncaknya pada bulan agustus 1990[8][9] dan trend abad ke-20 yaitu kecenderungan menuju keluarga yang lebih kecil di negara-negara maju terus berlanjut.[10][11] Dalam bukunya The Lucky Few : Between the Freatest Generation and the Baby Boom, penulis Elwood Carlson menyebut kelompok ini “New Boomers”.[12]

Psikolog Jean Twenge menjelaskan Millennials sebagai “Generation Me” di tahun 2006 buku Generation Me : Why Today’s Young Americans Are More Confident, Assertive, Entitled – and More Miserable Than Ever Before, yang diperbarui pada tahun 2014.[13][14] Pada tahun 2013, Majalah Time membuat cerita utama yang berjudul Millenials: Me Me Me Generation.[15] Newsweek menggunakan istilah Generasi 9/11 untuk merujuk kepada orang-orang muda yang berusia antara 10 dan 20 tahun selama tindakan teroris pada tanggal 11 September 2001. Referensi pertama untuk “Generasi 9/11” menjadi berita utama majalah Newsweek[16] terbitan tanggal 12 November 2001. Beberapa nama alternatif untuk kelompok ini termasuk Generation We,[17] Global GenerationGeneration Next [18] dan Net Generation.[19]

Milenial di China umumnya di panggil sebagai generasi 1980-an dan 1990-an. Pada konferensi tahun 2015 di Shanghai yang di organisir oleh University of Southern California‘s US-China Institute, Milenial di China di bandingkan dengan Millenial di Amerika.[20] Ruang lingkup study meliputi perkawinan Milenial, melahirkan anak, membesarkan anak, kehidupan dan karier serta sikap terhadap pekerjaan suka rela dan aktivis.[21]

Sebagian kecil dari ahli demografi menggolongkan generasi Milenial di mulai dari kelahiran pertangahan tahun 1970-an seperti  Synchrony Financial  yang menjabarkan Milenial dimulai dari kelahiran tahun  1976,[22][23] Mobilize.org  mendefinisikan sebagai kelahiran tahun 1976–1996,[24] MetLife mendefinikan sebagai kelahiran tahun 1977–1994,[25] dan Nielsen Media Research mendefinikan sebagai kelahiran tahun 1977–1995.[26][27]

Mayoritas peneliti dan ahli demografi menentukan generasi Milenial dimuali dari kelahiran awal tahun 1980-an sampai pertengahan tahun 1990-an. Australia‘s McCrindle Research[28] mendefinisikan tahun 1980–1994 sebagai tahun kelahiran Generasi Y. Sebuah laporan PricewaterhouseCoopers[29] di tahun 2013 dan Edelman Berland[30] menggunakan tahun 1980–1995. Gallup Inc.,[31][32][33] Eventbrite[34][35] dan Dale Carnegie Training and MSW Research[36] semuanya menggunakan tahun 1980–1996. Ernst and Young menggunakan tahun 1981–1996.[37] Manpower Group menggunakan tahun 1982–1996.[38]

Beberapa pihak lainnya menggunakan patokan batas akhir Milenial adalah kelahiran akhir tahun 1990-an atau awal tahun 2000-an. Sebuah viral video pada tahun 2017 dari BuzzFeed, menggambarkan tujuh generasi yang hidup di Amerika, di sana generasi Milenial didefinisikan sebagai orang yang lahir di antara tahun 1981–1997.[39] Pada acara televisi Amerika Survivor sesi ke-33 yang berjudul Millennials vs. Gen X, kelompok Milenial didefinisikan sebagai orang yang lahir di antara tahun 1984 and 1997.[40] Goldman Sachs,[41] Resolution Foundation,[42][43] dan sebuah  cerita utama [44] di majalah Time semuanya menggunakan tahun 1980–2000. SYZYGY, sebuah agen iklan digital yang dimiliki sebagian oleh WPP menggunakan tahun 1981–1998,[45][46] dan lembaga United States Census Bureau menggunakan tahun 1982–2000.[47] Pew Research Center mendefinisikan Milenial sebagai orang yang lahir mulai dari tahun 1981, tanpa penentuan batas akhirnya.[48][49]

Ahli demografi William Straus and Neil Howe mendefinisikan Milenial adalah yang lahir antara tahun  1982–2004. Howe menjelaskan garis pemisah Milenial dengan Generasi Z bersifat “sementara” dengan kalimat “Anda tidak dapat secara tegas menentukan garis pemisah kelompok hingga generasi itu mencapai umur yang cukup dewasa.” Howe mendefiniskan Milineal di mulai dari kelahiran tahun 1982 hingga antara tahun 2000 – 2006.[50]

Penulis Elwood Carlson di dalam bukunya  The Lucky Few: Between the Greatest Generation and the Baby Boom yang terbit di tahun 2008, mendefinisikan Milenial lahir di antara tahun 1983–2001 berdasarkan lonjakan kelahiran setelah tahun 1983 dan berakhir dengan perubahan politik dan sosial yang terjadi setelah serangan teroris 11 September. Pada tahun 2016, lembaga U.S Pirg mendefinisikan Milenial sebagai orang yang lahir antara tahun 1983 and 2000.[51][52][53]

Karena adanya tumpang tindih penentuan definisi Gen-X dan Milenial, orang orang yang lahir di antara akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, merasa berada di antara dua generasi.[54][55][56][57] Ada beberapa nama yang diberikan ke kelompok ini seperti Xennials, The Lucky Ones, Generation Catalano, dan Oregon Trail Generation.[58][59][60][61]

Penulis William Strauss dan Neil Howe percaya bahwa setiap generasi mempunyai karakteristik umum yang akan menjadi karakter generasi itu dengan empat pola yang berulang. Menurut hipotesa mereka, Milenial akan mirip dengan G.I. Generation yang lebih berwawasan sipil dengan empati yang kuat terhadap komunitas lokal dan global. Strauss dan Howe menjelaskan ada tujuh karakter Milenial yaitu : spesial, terlindungi, percaya diri, berwawasan kelompok, konvensional, tahan tekanan dan mengejar pencapaian. Arthur E. Levine, penulis When Hope and Fear Collide: A Portrait of Today’s College Student menyebut generasi ini sebagai ‘pada umumnya’.

Penelitian Strauss dan Howe  banyak memberi pengaruh, tetapi juga mendapatkan beberapa kritik.[62] Psikolog Jean Twenge mengatakan pernyataan Strauss dan Howe terlalu cepat mengambil kesimpulan, kurang didukung oleh bukti bukti yang nyata. Twenge, penulis buku Generation Me tahun 2006, cenderung menggolongkan Milenial, bersama anggota Generation X yang lebih muda,  menjadi bagian dari “Generation Me”.[63] Twenge memberi atribut Milenial dengan karakter percaya diri dan toleransi, serta sadar akan hak-nya dan narsis, berdasarkan survei kepribadian Milenial dibandingkan generasi sebelumnya di saat remaja. Twenge mempertanyakan prediksi Strauss dan Howe yang menyatakan Milenial cenderung tidak memikirkan kepentingan umum.[64][65] Sebuah penelitian di tahun 2016 yang dilakukan oleh SYZYGY , sebuah biro iklan digital, menemukan bahwa Milenial di Amerika menunjukkan kenaikan berlanjut nilai Narcissistic Personality Inventory seiring dengan kenaikan usianya.  Milenial menunjukkan 16% lebih narsis dibandingkan orang yang lebih dewasa, dengan laki-laki lebih tinggi nilainya dari pada wanita.  Penelitian itu menguji di 2 jenis narsis yaitu Narsis Kebanggaan yaitu narsis yang bagian dari sifat ekstrovert,yang ditandai oleh mencari perhatian, keunggulan dan dominansi. Jenis narsis yang kedua adalah Narsis yang Rentan, yang merupakan bagian dari sifat introvert, ditandai dengan rasa ber-hak dan mempertahankan diri.[66]Dari penelitian Universitas Michigan yang berjudul “Monitoring the Future” yang meneliti pelajar SMA mulai dari tahun 1975 dan survei American Freshman yang dilakukan oleh Higher Education Reserch Institute dari UCLA sejak tahun 1966, menunjukkan peningkatan proporsi pelajar yang menganggap kekayaan sangat penting, dari 45% di generasi Baby Boomers (yang di survei antara tahun 1967-1985), menjadi 70% di Gen-X dan 75% di Milenial.  Persentase pelajar yang merasa penting mengikuti politik menurun dari 50% di generasi Baby Boomer menjadi 39% di Gen-X dan 35% di Milenial. Minat untuk membentuk kehidupan yang lebih baik secara filosofi, menurun dari 73% di generasi Baby Boomers menjadi 45% di Milenial. Keinginan untuk terlibat di kegiatan lingkungan hidup menurun dari 33% di generasi Baby Boomers menjadi 21% di Milenial.[67]

Pada tahun 2013 jajak pendapat Pew Research menemukan bahwa 84% dari Milenial, yang lahir sejak tahun 1980, yang pada waktu itu berusia antara 18 dan 32 tahun, lebih suka melegalkan penggunaan ganja.[68] Pada tahun 2015, Pew Research Center juga melakukan penelitian mengenai generasi identitas yang mengatakan bahwa mayoritas tidak suka dengan nama “Milenial”.[69]

Pada bulan Maret 2014, Pew Research Center mengeluarkan sebuah laporan tentang bagaimana “Milenial di masa dewasa” yang cenderung terpisah dari lembaga resmi dan terhubung dengan teman-teman.”[70][71] Laporan itu mengatakan Milenial agak lebih optimis dari orang dewasa yang lebih tua tentang masa depan Amerika, dengan 49% dari Milenial mengatakan masa terbaik di Amerika itu ada di masa depan meskipun mereka generasi pertama yang memiliki tingkat hutang pendidikan dan pengangguran yang lebih tinggi.

Fred Bonner, yang merupakan pemimpin pengurus sekolah Samuel DeWitt di Universitas Rutgers dan penulis dari Beragam Seribu Mahasiswa di Perguruan tinggi: Implikasi bagi Dosen dan Kemahasiswaan, percaya bahwa banyak dari komentar pada Generasi Milenium mungkin sebagian yang akurat, tapi terlalu umum dan banyak ciri-ciri mereka menggambarkan berlaku terutama untuk “putih, makmur remaja yang mencapai hal-hal besar karena mereka tumbuh di pinggir kota, yang menghadapi kecemasan ketika menerapkan untuk super-selektif perguruan tinggi, dan yang multitask dengan mudah sebagai orang tua helikopter melayang-layang meyakinkan atas mereka.” Selama diskusi kelas, Bonner mendengarkan hitam dan Hispanik mahasiswa menjelaskan bagaimana beberapa atau semua dari yang disebut inti sifat-sifat ini tidak berlaku untuk mereka. Mereka sering mengatakan bahwa “khusus” sifat, khususnya, tidak bisa dikenali. Lain kelompok sosial-ekonomi sering tidak menampilkan atribut yang sama sering dikaitkan dengan Millennials. “Itu tidak banyak beragam orang tua tidak ingin memperlakukan anak-anak mereka sebagai khusus,” katanya, “tetapi mereka sering tidak memiliki sosial dan modal budaya, waktu dan sumber daya untuk melakukan itu.”

Definisi Jangkauan Tanggal dan Umur

Kaum Millennial adalah mereka mereka generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000. Kaum Millennial terlahir dimana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik (contoh : gawai)

Millennial datang usia dalam waktu dimana industri hiburan mulai terpengaruh oleh internet dan perangkat mobil.[72][73][74] selain Milenium yang paling etnis dan ras yang beragam dibandingkan dengan generasi yang lebih tua dari mereka, mereka juga pada kecepatan yang paling berpendidikan. Hingga 2008, 39.6% dari Millennials antara usia 18 dan 24 yang terdaftar di perguruan tinggi, yang merupakan rekaman Amerika. Bersama dengan menjadi terdidik, generasi muda juga sangat optimis. Seperti yang dinyatakan di atas dalam prospek ekonomi bagian, sekitar 9 dari 10 Pemuda yang merasa seolah-olah mereka memiliki cukup uang atau bahwa mereka akan mencapai tujuan finansial jangka panjang, bahkan selama ekonomi sulit kali, dan mereka lebih optimis tentang masa depan AS Selain itu, generasi muda juga lebih terbuka untuk perubahan dari generasi yang lebih tua. Menurut Pew Research Center, yang melakukan survei pada tahun 2008, generasi muda adalah yang paling mungkin dari setiap generasi untuk mengidentifikasi diri sebagai liberal dan juga lebih mendukung progresif dalam negeri agenda sosial dari generasi yang lebih tua. Akhirnya, generasi muda kurang terang-terangan agama dari generasi yang lebih tua. Sekitar satu dari empat Milenium yang tidak terafiliasi dengan agama apapun, yang jauh lebih dari generasi yang lebih tua ketika mereka masih usia Milenium.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*